Alasan Lebih Memilih Ngeblog Ketimbang Ngonten Youtube!

Alasan Lebih Memilih Ngeblog Ketimbang Ngonten Youtube!


Mungkin banyak dari teman-teman blogger yang merasakan dampak kurangnya minat pembaca para pengunjung yang mengunjungi blog mereka.itu terlihat jelas pada analytic milik mereka. jika sudah seperti itu antara harus mengikuti zaman atau tetap dengan pendirian dan membuat sebuah blog dengan niche yang paling banyak diminati saat ini atau mengubah bahasa konten. yang biasanya mereka menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa sehari-hari dalam melakukan kegiatan menulis artikel. kini diubah menjadi bahasa asing mungkin bahasa alien haha (aku hanya bercanda)

Aku memang bisa dibilang baru terjun dalam dunia blogging. dan dea tidak tau betul anomali macam apa yang sedang dilanda oleh para blogger indonesia sekarang. jadi tentu mungkin kesimpulan dari dea setelah melihat para blogger yang berkeluh kesah tentang blog mereka dan tentunya banyak
sekali pro dan kontra dari para blogger indonesia juga mengenai anomali mungkin membuat aku sedikit tergerak untuk memberitahukan kondisi blog aku juga. karena memang blog ini tidak sebesar blog mereka yang menerapkan SEO Pada artikelnya.

Nah mungkin disini aku akan memberikan sedikit alasan mengapa aku tidak mengikuti trend membuat konten youtube. hehe sebenarnya aku sudah memiliki akun youtube hanya saja ada beberapa hal yang mungkin aku tidak mengerti tentang system youtube saat ini. nah begini alasan aku.


1. Video Yang Sudah Di Post Tak Dapat Di Edit/Modifikasi
  • Video yang di post pada youtube memang kebanyakan tidak dapat aku modifikasi. ini salah satu penyebab aku tidak merasa betah dengan itu karena aku sendiri terlalu banyak atau sering melakukan typo. dimana kesalahan kesalahan kecil selalu aku ulangi dan jika aku mengetahuinya. itu merasa mengganggu sekali, seakan aku menginginkan kualitas video yang aku share nanti begitu perfect. dan tentu saja aku tidak mungkin mengupload ulang video tersebut setelah video itu mendapatkan ribuan views hanya kurun waktu 1 minggu.

2. Pembuatan Video Yang Rumit
  • Disini aku berterus terang saja. memang untuk membuat konten video diperlukan yang namanya sebuah files video dan beberapa gambar itupun jika kita mau memberikan gambar. 
  • jika kita membuat video dan setengah dari video tersebut kita berikan slide berupa gambar yang berhubungan dengan video kita. nah disini letak masalahnya. aku sendiri sangat amat kesusahan dalam mengeditnya.
  • karena konten yang aku buat seperti layaknya gambar slide berisi informasi tentang tutorial/tips and trick. nah tentu saja itu sangat-amat melelahkan apalagi aku harus men-setting semua itu dengan presisi. harus sesuai dengan sound. karena sebelum memasang gambarnya. aku terlebih dahulu melakukan recording dan menyiapkan beberapa naskah yang aku buat sebelumnya. jaid sangat amat rumit sekali.

3. Konten Lebih Besar Diduplikat Oleh Uploader Dan Di Blokir Oleh Youtube
  • Jika pada blog. kita dapat menerapkan system anti copas. jika itu tak berhasil. maka kita bisa berlangganan DMCA untuk melindungi hasil artikel yang kita miliki. nah pada konten youtube. kamu memang dapat melihat konten milikmu dicopas. itupun ketika kamu sudah memenuhi syarat. dan syarat yang diberikan ialah. kamu sudah harus termonetisasi sangat amat sebal sekali bukan?? apalagi konten yang akan kamu share itu berisi tentang tutorial. wow berapa kali uploader bisa mengkopas hasil karya mu yang susah payah kamu buat tersebut? dan lagi. jika ada orang yang iri dengan hasil karya kita. mereka bisa dengan mudah mengeclick symbol "report" untuk melaporkan konten yang kita buat susah payah.
  • Karena di youtube sangat rawan sekali teguran. entah dari pihak penonton yang kurang menyukainya maupun pihak/sekelas perusahaan atau bisa saja pihak Youtube sendiri yang menginginkan konten yang kita upload tersebut dihapus.

4. Masalah Monetisasi
  • Jika kamu bergantung penuh pada adsense dan kamu melihat channel yang kamu kembangkan setahun terakhir masih belum ada perubahan. kemungkinan kamu bakal balik lagi menulis. ya. itu yang aku rasakan. channel aku sendiri belum termonetisasi untuk Akun Youtube. Sedangkan Blog sudah termonetisasi. menurut aku sendiri blog lebih mudah untuk mengajukan monetisasi. kita hanya perlu membeli sebuah domain dan up to date artikel setiap 3x seminggu selama 8 bulan. aku yakin blog milikmu akan lebih cepat termonetisasi.
  • Oh iya. jika kita ditolak berkali-kali oleh pihak adsense dan kita menyerah untuk itu. tenang. kita bisa mengikuti yang namanya website penyedia iklan diluar adsense. dan itu valid. tentu saja kebanyakan blogger sekarang menggunakan website penyedia iklan diluar Google Adsense itu sendiri. menurut mereka lebih profitable ketimbang Adsense sendiri dikala traffic lagi anjlok-anjloknya.

5. Susah Untuk Menarik Minat Penonton
  • Nah ini yang mungkin aku rasakan semenjak channel yang aku buat aku terbitkan. traffic dari penonton lama jarang sekali muncul. biasanya mereka hanya subscribe saja. meskipun ada video terbaru mereka jarang menontonnya kembali. kebanyakan hanya dari penonton baru. ini karena system dari genre tutorial memang seperti itu. menarik User Baru dan Meninggalkan User Lama. memang sangat amat jelek sekali kelemahan dari genre konten seperti ini.

Nah mungkin itu saja yang membuat aku kembali ke jalan ngeblogging. pada dasarnya 2 platform ini memang tidak jauh berbeda. hany memang yang satunya video. bisa dinikmati dengan mata dan telinga. sedangkan yang satu ini merupakan artikel. hanya bisa dinikmati melewati mata saja. jadi tentu dimanapun platformnya menurut aku sama saja. dan alasan diatas tidak mengacu pada para blogger blogger indonesia saat ini. mereka bahkan sudah memiliki sebuah youtube konten dan bahkan menghasilkan dari sana. aku juga turut senang akan hal itu. akan tetapi khusus bagi pribadi aku sendiri. membuat konten youtube mungkin masih belum saatnya bagi aku untuk melangkah ke tempat seperti itu. apa yang aku perbuat dibulan kemarin merupakan suatu ke-tergesa-gesa'an. jadi hasilnya tentu tidak maksimal seperti yang aku harapkan.

.